Rabu, 18 April 2012

Psikologi Teater




PSIKOLOGI
Dalam dunia drama diperlukan banyak wawasan dari berbagai aspek kehidupan. Hal ini sangat dibutuhkan untuk mendukung sebuah pementasan agar mencapai hasil yang maksimal dalam memvisualkan cerita, menyampaikan isi dan menjalankan misi, tentunya membuat pementasan nampak natural seperti aslinya. Drama tidaklah lepas dari lakon/penokohan/ karakter dan hal ini salah satu poin penting karena drama merupakan bentuk atau gambaran dari berbagai konflik kehidupan, dimana aktornya adalah manusia atau bahkan hewan dan tumbuhan yang mempunyai karakter/ perilaku yang beragam. Maka dari itu actor/ artis perlu mempunyai suatu wawasan yang yang berhubungan dengan hal tersebut, dan ilmu yang mengupas tentang itu adalah psikologi. Seperti yang kita ketahui secara singkat bahwa psikologi Adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Karena mayoritas drama menokohkan manusia maka, kita akan membahas tentang psikologi manusia.
Kita akan memulai dari pemahaman tentang jiwa. Banyak sekali persepsi mengenai pengertian jiwa, mulai dari definisi jiwa adalah nyawa, gabungan ruh dan jasad, jiwa adalah perasaan, atau jiwa adalah karakter dan lain sebagainya. Namun bila disimpulkan secara induktif pengertian jiwa adalah kekuatan yang menjadi penggerak manusia. Jika dijabarkan sedikit lebih luas maka, jiwa adalah:
1. Kekuatan yang menyebabkan hidupnya manusia
2. Menyebabkan manusia dapat berpikir, berperasaan dan berkehendak
3. Menyebabkan orang mengerti atau sadar akan segala geraknya
Di dalam jiwa itu sendiri ada beberapa unsur yang meliputi:
1. Kesadaran
2. Aktivitas (motorik, kognitif, emosional)
3. Perilaku (refleksi dan non-refleksi)
Hal tersebut di atas akan dibahas dalam ilmu jiwa atau yang biasa disebut psikologi.
Pertama kita akan membahas lebih jauh tentang kesadaran. Kesadaran memiliki tingkatan, yaitu:
Tingkat Kesadaran :
1. Kesadaran
Kesadaran yang kita miliki ketika kita terjaga merupakan bagian terkecil saja dari kehidupan psikis
2. Setengah sadar
Memberikan petunjuk tentang ketidaksadaran, pikiran dan tindakan yang muncul di situ. Misalnya saat kita bermimpi
3. Ketidaksadaran
Mencakup keinginan/harapan dan kecemasan; ia tersembunyi dan tidak dapat kita raih. Di sini terdapat kekuatan-kekuatan besar yang mendorong pribadi untuk maju.
Selanjutnya adalah tentang aktivitas. Aktivitas ada 3 macam, yaitu;
1. Motorik : Aktivitas tubuh/ jasad
2. Kognitif : Aktivitas yang berhubungan dengan mental. Misalnya pengenalan
3. Emosional : Aktivitas perasaan
Dan yang terakhir adalah tentang perilaku. Perilaku dibagi menjadi 2 macam, yaitu:
1. Refleksi : adalah perilaku yang digerakkan secara spontan, jadi respon langsung timbul begitu menerima stimulus dan tidak dikendalikan oleh otak, mis; kaget atau menarik tangan bila terasa panas karena berada di dekat api
2. Non-refleksi : adalah perilaku yang dikendalikan atau diatur oleh pusat kesadaran atau otak.
Telaah psikologi bagi actor, berpengaruh besar dalam menganalisis sebuah scenario yang syarat dengan urusan dramaturgi seperti tema, setting, karakteristik tokoh, tensi dramatic, plot, bahasa dan genre. Actor harus memanfaatkan kelebihan psikologi sebagai jalan merancang gaya pemeranannya (acting style). Selain itu, psikologi bisa merangsang pengayaan wawasan dan kemampuan acting para actor dalam bermain maupun mengapresiasi film atau pertunjukan teater yang memang syarat bermuatan psikologi juga secara spesifik mengupas tentang bagaimana menganalisis karakteristik dan tingkah laku tokoh cerita melalui dua pendekatan, yakni pendekatan fungsi jiwa dan pendekatan kepribadian.
Fungsi Jiwa
Jiwa memiliki komponen yang mampu melaksanakan fungsinya sendiri-sendiri dalam kesatuannya. Raga manusia terdiri dari mata untuk melihat, tangan untuk meraba, telinga untuk mendengar, lidah untuk mengecap dan hidung untuk mencium. Fungsi jiwa dari manusia, terdapat fungsi rasa (emosi dan feeling) yang terdiri dari persepsi, motivasi, emosi, belajar, berpikir, bayangan, fantasi, ingatan dan intelegensi. Fungsi-fungsi tersebut menentukan terbentuknya tingkah laku bahkan pola tingkah laku seseorang.
1. Persepsi
Adalah proses yang didahului oleh proses penginderaan, yaitu merupakan proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera atau juga disebut sensoris kemudian diteruskan dan proses selanjutnya merupakan persepsi. Faktornya ada 3 yaitu; objek, alat indera(ditambah syaraf, pusat susunan syaraf), dan perhatian. Dalam memberikan interpretasi atau dalam mengartikan stimulus itu individu kadang-kadang mengalami kesalahan. Kesalahan dalam memberikan arti terhadap stimulus yang diterima disebut illusi.
2. Motivasi
Kekuatan yang mendorong timbulnya suatu tindakan. Motivasimempunyai 3 aspek, yaitu (1) keadaan terdorong karena kebutuhan misalnya kebutuhan (driving state) jasmani, keadaan lingkungan, keadaan mental seperti berpikir dan ingatan; (2)perilaku yang timbul dan terarah karena keadaan itu(instrumental behavior); (3) tujuan yang dituju oleh perilaku tersebut (goal). Jenis motivasi ada 2, yaitu (1) motivasi fisiologis, yang berhubungan dengan keadaan jasmani seperti makan, minum dan lain sebagainya (2) motivasi sosial, yang berhubungan dengan perilaku atau perbuatan manusia seperti prestasi, afiliasi/ berinteraksi dengan orang lain dan kekuasaan.
3. Perasaan dan Emosi
Adalah luapan perasaan/suasana hati yang dikeluarkan misalnya sedih, senang, takut, marah ataupun gejala-gejala setelah kita melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu. Dalam arti lain perasaan dan emosi disifatkan sebagai suatu keadaan kejiwaan pada organisme atau individu sebagai akibat adanya peristiwa atau persepsi yang dialami.
4. Belajar
Adalah suatu proses adaptasi perilaku yang bersifat progesif dan membuat perubahan perilaku, perubahan yang actual atau potensial, relative permanent. Belajar juga bisa disebut latihan dan proses kehidupan yang disebut sebagai pengalaman yang akan menghasilkan sebuah perubahan.
5. Berpikir
Aktivitas mental, aktivitas kognitif yang berujud mengolah atau memanipulasi informasi dari lingkungan dengan symbol-simbol atau materi-materi yang disimpan dalam ingatan khususnya yang ada dalam long term memory. Secara fungsional berpikir merupakan penguatan antara stimulus dan respons. Singkatnya, berpikir adalah kemampuan untuk membentuk sebuah konsep.
6. Bayangan
Menanggap kembali hal-hal yang telah diamati. Bayangan yang sangat terang, sangat jelas seperti menghadapi objeknya sendiri disebut bayangan eidetic. Selain bayangan eidetic juga terdapat bayangan pengiring, yaitu bayangan yang timbul mengiringi proses persepsi setelah persepsi itu berakhir dalam waktu yang sebentar saja. Antara bayangan eidetic (tanggapan atas persepsi) dan persepsi (yang membutuhkan objek nyata melalui penginderaan) sangatlah berbeda. Apabila orang tidak dapat membedakan antara bayangan eidetic dengan persepsi maka orang akan mengalami halusinasi. Dalam buku pengantar psikologi, halusinasi adalah perasaan seakan-akan menerima sesuatu stimulus yang sebenarnya secara objektif stimulus tersebut tidak ada.
7. Fantasi
Adalah kemampuan jiwa untuk membentuk tanggapan-tanggapan atau bayangan- bayangan baru. Fantasi dapat terjadi secara disadari, individu benar-benar menyadari akan fantasinya seperti pelukis yang sedang melukis atau pemahat yang sedang membuat arca. Fantasi juga dapat terjadi tanpa disadari, jadi individu tidak secara sadar telah dituntun oleh fantasinya seperti anak-anak yang bercerita yang tidak sesuai dengan kenyataannya sekalipun tidak ada maksud untuk berbohong. Fantasi dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
- Fantasi yang menciptakan; menciptakan sesuatu
- Fantasi yang dituntun atau dipimpin; dituntun oleh pihak lain
- Fantasi yang abstraksi; mengabstrasikan beberapa bagian
- Fantasi yang mendeterminasi; mendetermasi terlebih dahulu
- Fantasi yang mengombinasi megombinasikan bayangan/pengertian
8. Ingatan
Hubungan antara pengalaman dengan masa lampau. Ingatan merupakan kemampuan psikis untuk memasukkan, menyimpan, dan menimbulkan kembali hal-hal yang lampau. Berbicara mengenai ingatan sebenarnya juga berbicara mengenai kelupaan. Sebab timbulnya kelupaan ada 3 yaitu (1) factor fisiologis (mis: terserang gangguan amnesia, dan laing sebagainya), (2) factor umur, penelitian Ebbinghaus dan boreas menunjukkan bahwa kekuatan ingatan manusia itu makin lama makin berkurang hingga pada akhirnya mengalami kelupaan, dan (3) jarang ditimbulkan, maksudnya materi yang disimpan dalam ingatan itu tidak sering ditimbulkan kembali dalam alam sadar.
9. Intelegensi
Intelegensi adalah kemampuan untuk mengorganisasikan, menghubungkan atau menyatukan satu dengan yang lain. Dalam arti kata lain, intelegensi juga berarti daya penyesuaian diri terhadap keadaan baru atau masalah yang dihadapinya dengan alat-alat berpikir menurut tujuannya (stern, 1953). Tokoh lai mengartikan intelegensi adalah kemampuan membedakan yang berkaitan dengan hal-hal yang kongkrit, dan kemampuan yang berkaitan dengan hal-hal yang abstrak (Terman. Harriman, 1958).
Tipologi Kepribadian
Tipologi berdasarkan kosmologi Empedokles meyakini alam semesta didukung oleh 4 unsur yakni tanah (kering), air (basah), api (panas) dan udara (dingin), maka Hippocrates menyatakan bahwa unsure dan sifat itu ada juga pada manusia. Unsure-unsurnya adalah cairan chole (kering)cairan melanchole (basah)cairan phlegmatic(dingin)cairan sanguis (panas).
Kemudian pemikiran ini dikembangkan oleh Galenus, yang antara lain menyatakan bahwa di antara cairan-cairan ini ada yang dominant dan menentukan type dari individu yang bersangkutan. Sifat-sifat psikis yang bersumber dari fisik ini disebut temperamen.
Maka lahirlah tipologi dari Hippocrates-Galenus (konstitusi psikis) yang terdiri dari:
1. Koleris
2. Melankolis
3. Flegmatis
4. Sanguis
Dan dari konstitusi fisik terdiri dari:
1. Piknik
2. Leptosom
3. Atletik
4. dan Displastis
Dari kedua konstitusi tersebut dapat ditabelkan sebagai berikut:
  1. Konstitusi psikis:
No
Konstitusi Psikis
Sifat
1
Koleris
Optimistik, Bersemangat, daya juang kuat, mudah meluap perasaannya, tindakannya cepat tapi tidak stabil, berbasa-basi, berpakaian rapi hanya sebatas butuh pengakuan.
2
Melankolis
Pesimistik, mudah kecewa, daya juang lemah, egois, selalu curiga terhadap orang lain, kurang percaya, dan tidak mudah membuat janji.
3
Flegmatis
Tenang,tekun, lambat panas, tidak gampang terpengaruh, cenderung setia pada apa yang dicintainya, penyabar, apatis terhadap lingkungan sosialnya.
4
Sanguis
Hidup, ramah, supel, cepat ertindak dan berhenti, mudah menerima kesan, mudah ganti haluan, sering janji tapi tak ditepati, suka menolong orang lain, bukan tipe penakut.
NB: Setiap karakter/ pribadi terkadang dan seringkali gabungan dari beberapa konstitusi Psikis.
  1. Konstitusi fisik:
No
Tipe
Konstitusi Fisik
Temperamen
1
Piknik
Pendek gemuk, leher pendek dan kuat, banyak lemak hingga tulang-tulangnya tidak nampak
Mudah kontak, ramah, menyenangkan dalam bergaul, mudah merasakan seka duka orang lain, suka meluci, komedis
2
Leptosom
Tinggi, langsing, muka bulat telur, perut kecil, bahu sempit, tulangnya nampak
Tenang dan pendiam tapi dalam dunia dalamnya bergolak, susah kontak, menyendiri, terkadang melankolis.
3
Atletik
Badan kokoh, bahu lebar, kuat, kepala dan leher tegak, lebih pendek dari leptosom dengan urat-urat yang menonjol
Lebih cenderung optimis, daya juang tinggi, perasaannya sukar digerakkan, kurang peka, hampir seperti flegmatis.
4
Displatis
Memiliki tubuh tidak umum (abnormal), kerdil atau memiliki badan besar abnormal
Cenderung flegmatis, tenang, tekun, lambat, tidak gampang terpengaruh.

Biografi Ku


Namaku Marta Sri Irwnato, Sering di panggil Marta. Dalam keluarga, aku di panggil dengan panggil Iir dan panggilan kecil atau panggilan manjanya Iyin.  Aku anak ke empat dari empat bersaudara. Aku lahir di Ujungbatu pada hari Sabtu tanggal 23 Maret 1985. Ayahku Bernama Muhammad Nur dan Ibuku bernama Dahniar. Mereka sangat menyayangiku. aku dibesarkan pada keluarga yang sederhana.

Pada usia 6 tahun aku disekolahkan di Taman Kanak - Kanak yang bernama TK Melati Ujungbatu dan menamatkannya selama 1 tahun, terus aku melanjutkan ke Sekolah Dasar di  SDN 002 Ujungbatu tamat tahun 1997. Selesai aku menjalani study di Sekolah Dasar aku melanjutkan lagi ke Sekolah Lanjutan Pertama yang pada waktu itu masih SLTP di SLTPN 1 Ujungbatu dan tamat tahun 2000. Setelah tamat aku melanjutkan lagi pendidikan ke Sekolah Menengat Atas yang dulu masih SMU di SMU Negeri 1 Ujungbatu tamat tahun 2003. setelah aku tamat dari SMA, timbul keraguan ku untuk memilih melanjutkan pendidikan. akhirnya aku memilih melanjutkan kuliah di LP3I Pekanbaru dan hijrah disana mengambil jurusan Bisnis Administrasi selama 1,5 tahun. sejak kuliah di LP3I disini mulai bakat bisnis ku keluar perlahan - lahan. selesai itu aku mendapat tawaran kerja di salah sati lembaga pendidikan untuk mengajar study komputer. aku menerima tawaran itu dan hanya bertahan 1 bulan karena aku memilih lagi untuk hijrah ke Kota Bontang Kalimantan Timur. Saat di Kalimantan, pemikiran dan semangat ku ke bidang bisnis makin terbuka. disana seorang kakak sepupuku sering memberi masukan dan gambaran serta motivasi untuk mendorongku. Banyak ilmu yang aku dapatkan dari sana, dan dari situ juga aku merasakan apa itu kehidupan. aku belajar banyak dari sana. dan itulah yang menjadi inspirasiku sampai sekarang untuk mewujudkan impianku kelak. Disini ada sedikit hal yang sempat membuatku kecewa sesaat, ketika aku pulang dari kalimantan, ternyata aku mendapat surat penggilan bea siswa program bapak Habibie di Institut Tekhnologi Jakarta. Aku tak sempat untuk mencoba karna surat yang diterima 3 bulan sebelumnya oleh orang tuaku baru aku baca dan batas nya cuma 1 hari lagi tutup. Tapi itu tak membuatku menjadi orang fesimis dan tetap optimis.

6 bulan telah berlalu di kota Borneo, lalu aku kembali lagi ke daerah kelahiranku Ujungbatu Provinsi Riau. aku mulai berusaha untuk mencari dan menambah pengalaman. aku ditawari untuk mengelola sebuah conter HP dan aku menerimanya. aku bekerja dari pagi hingga malam hingga counter tersebut mengalami kemajuan. aku hanya bertahan 1 tahun dari situ dan pendah ke counter teman satu angkatan ku waktu SMA dulu dan juga bertahan hanya 2 bulan dan aku memutuskan untuk berhenti dan kembali menganggur. beberapa bulan aku menganggur, aku terniat lagi untuk melanjutkan pendididkan ku, aku kembali lagi mendaftar di salah satu universitas swasta di Riau mengambil jurusan Hukum di UNILAK (Universitas Lancang Kuning) dan itu tak berlangsung lama.

setlah berhenti dari kuliah, aku membantu usaha orang tua temanku yang sudah aku anggap seperti keluarga sendiri dan itu tak berlangsung lama. aku kembali menganggur. aku mencoba beberapa kali melamar kerja di Bank dan itu selalu gagal. aku berpikir bukan disini tempatku. aku terus mencari dan mencari. hingga sekarang pada tahun 2010 aku kembali melanjutkan pendidikan di Institut Seni Indonesia Padangpanjang Jurusan Teater.

bersambung.......

Minggu, 15 April 2012

PUISI KU

PEKIK KEDAMAIAN

Karya : Marta Sri Irwanto

Hujan mulai reda malam itu, ku langkah kaki ku
Menemui selembar kertas terpampang disebuah dinding
Meneriakkan perdamaian dan persaudaraan antara manusia
Sebuah informasi itu membuat naluri ini tergerak
Untuk ikut serta memekikkan suara hati
Perdamaian, perdamaian hanyalah sebuah slogan
Persaudaraan hanyalah angan -  angan  yang terucap
Bahkan menjadikannya sebuah mimpi
Menjanjikan, dan melambung hingga terbang seperti kapas di tiup angin
Sudahkah kita merasakan kedamaian?
Sementara perang dan sengketa diciptakan
Sudah kita merasakan persaudaraan antara manusia?
Sementara saudara – saudara kita menangis,
Menderita, kehilangan keluarga dalam perang yang tak berguna
Beribu orang tergeletak di atas tanah
Darah membanjiri mengalir deras
Suara tangis bayi melengking di iringi suara merdu senjata
Kemiskinan dan kelaparan naik daun
Masih pantaskan kita menyorakkan perdamaian?
Apa ini yang dinamakan persaudaraan?
Sementara tumbal berserakan dimana – mana
Apa yang bisa kita lakukan?
Mungkinkah kita ikut berperang?
Kita hanya bisa berdoa dan meminta kepada Tuhan
Agar semuanya usai dan damai.
Marilah kita bermufakat dengan naluri
Bukan menghabiskan energi hanya untuk basa basi
Kerja sama dan satukan suara
Menuju Perdamaian dunia dan persaudaraan
Sehingga bumi akan tersenyum
Dan manusia akan mencapai damai sejahtera.

Padangpanjang, 15 April 2012